Manajemen Pembelajaran Di Sdn 099 Proyek Batang Gadis Pasca Kebakaran Pada Tahun 2020-2025

Penulis

  • Lanni Lubis Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Mandailing Natal, Indonesia
  • Irma Suryani Siregar Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Mandailing Natal, Indonesia
  • Ainun Mardia Harahap Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Mandailing Natal, Mandailing Natal, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.33751/jmp.v14i1.49

Kata Kunci:

learning management, post-fire, emergency education

Abstrak

Learning Management at Sdn 099 Post-Fire Batang Girl Project in 2020-2025

This study aims to describe and analyze post-fire learning management at SDN 099 Proyek Batang Gadis. The school fire that occurred in 2020 impacted infrastructure damage, disrupted the learning process, and affected the psychological well-being of students and teachers. This study used a descriptive qualitative approach, with data collection techniques including interviews, observation, and documentation. The research informants consisted of the principal and teachers. The results indicate that post-fire learning management was implemented through adaptive learning planning, implementing emergency learning based on environmental conditions, and flexible and humane learning evaluation. The main obstacles faced included limited infrastructure and students' psychological well-being. Therefore, responsive learning management oriented toward post-disaster recovery is needed.

Keywords: learning management, post-fire, emergency education

Referensi

Afifudin, & Saebani, B. A. (2009). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Ali, Z. (2014). Metode penelitian hukum. Jakarta: Sinar Grafika.

Atmojo, S. (2023). Pendekatan SETS dalam pembelajaran berbasis bencana di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Kebencanaan, 11(2), 65–74.

Damayanti, T., Rahayu, S., & Putri, M. A. (2023). Resiliensi siswa terhadap bencana melalui pembelajaran berbasis pengalaman nyata. Jurnal Psikologi Pendidikan, 18(1), 45–56.

Dwiningsih, S. R. (2018). Manajemen pembelajaran berbasis kompetensi. Yogyakarta: Deepublish.

Fakhrurrozi, M. (2021). Implementasi Permendikbud No. 33 Tahun 2019 dalam membangun satuan pendidikan aman bencana. Jurnal Manajemen Pendidikan, 15(2), 112–124

Falihah, N. (2022). Implementasi strategi guru dalam pembelajaran interaktif di era digital. Jurnal Pendidikan dan Inovasi, 8(1), 45–58.

Hartiti, T., & Ardani, A. (2020). Strategi pelaksanaan pembelajaran fleksibel dalam pendidikan dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 11(1), 25–38.

Kasman, R. (2019). Bimbingan Satuan Pendidikan Aman Bencana bagi Guru dan Tenaga Kependidikan Pasca Bencana. Jurnal Obor Penmas, 1(2), 44–52.

Mauliza, I., Hasanah, N., & Munandar, D. (2023). Trauma anak akibat bencana dan dampaknya terhadap pembelajaran. Jurnal Psikologi Anak dan Remaja, 5(1), 33–47

Moleong, L. J. (2009). Metodologi penelitian kualitatif (Edisi Revisi). Bandung: Remaja Rosdakarya.

Normawati, N., & Mansur, A. (2021). Dampak bencana terhadap pendidikan di Indonesia: Tantangan dan solusi. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 26(2), 132–148

Prasetyo, B. (2022). Kepemimpinan pendidikan dalam menghadapi situasi darurat. Jakarta: Kencana.

Rahmattullah, A., Sari, K., & Yulinda, R. (2022). Ketimpangan manajemen pembelajaran di sekolah pascabencana: Studi di Sumatera Barat. Jurnal Pendidikan Tangguh Bencana, 8(1), 15–29.

Saefullah. 2013. Manajemen Pendidikan Islam. Bandung: CV. Pustaka Setia

Said, A. (2017). Kesiapsiagaan sistem pendidikan menghadapi bencana alam. Jurnal Pendidikan Nasional, 22(3), 101–113.

Salim, A., & Syahrum, M. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: Citapustaka Media.

Santoso, A., Suhardi, D., Nasrullah, N., & Budiyono, L. (2018). Manajemen Pembelajaran Pascabencana di Satuan Pendidikan. Jendela Pendidikan dan Kebudayaan, XXVIII, 1–14.

Sudrajat, A. (2019). Integrasi Konsep Kebencanaan dalam Implementasi Kurikulum 2013 di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar, 4(1), 15–27.

Sulastri, M., Handayani, S., & Dermawan, H. (2021). Kesiapan guru dalam mengelola pembelajaran darurat: Studi kasus di sekolah terdampak bencana. Jurnal Ilmu Pendidikan Indonesia, 9(2), 55–66

Sukandarrumudi. (2012). Metodologi penelitian: Petunjuk praktis untuk penelitian ilmiah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Sutama, I. M., Wardani, R., & Lestari, P. (2012). Penguatan Manajemen Pembelajaran Pascabencana di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmu Pendidikan, 18(3), 221–230.

Triyanti, L. (2022). Manajemen risiko dalam pembelajaran: Perspektif guru pascabencana. Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 9(1), 47–60.

Wibowo, B., Vebrianti, I., & Pertiwi, N. R. (2017). Disaster Mitigation Pop-Up Book sebagai Media Pembelajaran Mitigasi Bencana. Majalah Ilmiah Pembelajaran.

Winaryati, E. (2020). Manajemen pembelajaran di era revolusi industri 4.0. Semarang: UPT Penerbit Universitas Negeri Semarang.

Winaryati, E. (2021). Evaluasi berkelanjutan dalam manajemen pembelajaran. Jurnal Evaluasi Pendidikan, 17(2), 99–110.

Yudiawan, A. (2020). Motivasi belajar siswa pascabencana: Studi pada anak korban kebakaran sekolah. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Bencana, 3(2), 89–98

.

Diterbitkan

2026-02-22

Cara Mengutip

Lubis, L., Siregar, I. S., & Harahap, A. M. (2026). Manajemen Pembelajaran Di Sdn 099 Proyek Batang Gadis Pasca Kebakaran Pada Tahun 2020-2025. Jurnal Manajemen Pendidikan, 14(1), 203–207. https://doi.org/10.33751/jmp.v14i1.49

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.